Blog

Single 3rd HMGNC – This Too Shall Pass

MARCH 22, 2016 by BDLZ

poster single 3

Press Release
HMGNC | Rilis Single ke 3 “This Too Shall Pass” Di Rocking The Region Esplanade Singapore

HMGNC (Homogenic) merilis single baru yang berjudul “This Too Shall Pass” pada hari ini tanggal 18 Maret 2016 di event Rocking The Region Esplanade Singapore. Peluncuran single ketiga ini merupakan pesan tersurat kepada seluruh perempuan yang tidak mendapatkan ruang kebebasan untuk berkarya juga dalam menggapai mimpi. Namun perempuan-perempuan tersebut menyadari bahwa mereka perlu keluar dari segala batasan yang ada untuk menggapai mimpi-mimpinya.
Proses kreatif pengerjaan single ketiga ini dirasakan sangat berbeda dari dua single sebelumnya yaitu “Today and Forever” dan “Memories That Last A Dream”. Menurut Grahadea, single ketiga ini sebenarnya sudah jadi dari tahun kemarin. “Kami ingin menyampaikan emosi kuat dari lagu ini, jadi kami rombak total, bongkar pasang beberapa kali, sampai akhirnya dapat vibe yang kami inginkan; shoegazing yang shimmery, mengawang namun kental nuansa future bass yang tough.” Tambah Grahadea yang menganggap lagu ini bisa dibilang proses pengerjaannya paling rumit dibandingkan lagu-lagu sebelumnya, dengan banyak layering sound dan micro editing dibanyak bagian.
Manda juga menambahkan bahwa di single baru ini lebih mengeluarkan sisi RnB yang terpendam. “Waktu proses rekaman juga sebisa mungkin cari lagam vokal yang lebih dapat tapi gak mainstream gitu” Ucap Manda.
“Kami rasa ini momen yang tepat untuk rilis single ketiga disana, karena selain terakhir tampil di Esplanade Singapore pada tahun 2009, menandakan juga sebagai moment bangkitnya HMGNC untuk konsisten di industri musik. Dan juga rasa terimakasih kami kepada Esplanade yang sudah mempercayakan kembali HMGNC untuk perform disana” Ujar Dina Dellyana.
Single ketiga ini, dibagikan secara bebas unduh di Official Soundcloud HMGNC.
(Angga Badilz, Publisher & Media Relations)

***

“This Too Shall Pass”, Sebuah Ode Bagi Perempuan dari HMGNC

Jika diminta mendeskripsikan musik electronic sci-pop milik HMGNC (Homogenic) hanya dengan satu kata, saya akan memilih kata “feminin”. Tanpa sama sekali bermaksud mengecilkan peran Grahadea Kusuf (Synths/Programming) sebagai satu-satunya personel pria dan bagian integral dari band asal Bandung ini sejak pertama kali terbentuk, bagi saya HMGNC adalah sebuah unit musik dengan nuansa feminin yang begitu kental, baik secara suara maupun citra. Tak semata karena dua pertiga dari band ini memang perempuan, namun lebih tentang soundscape yang dibangun oleh vokal manis dan mengawang dari vokalis Amandia Syachridar serta narasi yang ditulis oleh Dina Dellyana (Synths/Programming) dalam bentuk lirik maupun komposisi melodi yang ia racik bersama Dea. “Feminine” is the first word that pops in my mind, and it’s definitely not a bad word.

Mendengarkan materi-materi HMGNC yang terentang dari album pertama Epic Symphony (2004) hingga beberapa single pasca album Let a Thousand Flowers Bloom (2010), saya selalu membayangkan ada sosok avatar yang secara konsisten muncul dalam lagu-lagu mereka. Avatar berbentuk seorang perempuan pemimpi yang awalnya terlihat rapuh dan melankolis, namun ternyata menyimpan ketegaran dan keberanian luar biasa. Yang merupakan pengejawantahan dari musik HMGNC itu sendiri yang jika didengar sepintas terasa berbunga-bunga dan ringan namun jika diperhatikan secara saksama seringkali menyimpan pesan yang cukup berat dan memprovokasi pikiran.

Tak terkecuali dalam single terbaru mereka yang bertajuk “This Too Shall Pass”. Dengan preview yang sengaja dirilis pada Hari Perempuan Sedunia pada tanggal 8 Maret 2016 lalu, selintas lagu ini terdengar bercerita soal hubungan yang kandas dan sulitnya melupakan sosok yang telah pergi, namun ternyata, ada maksud lain yang disiratkan oleh Dina sebagai penulis lirik lagu ini. Terinspirasi dari sosok perempuan di sekitarnya dan pengalaman pribadinya sebagai seorang musisi, istri, dan ibu. Dina mengajak para perempuan untuk menembus batasan dan zona nyaman yang ada dan berjuang menggapai mimpi mereka, yang tentunya bukan hal yang mudah mengingat bagaimana perempuan seakan terkurung oleh berbagai ekspektasi dan tuntutan dari banyak hal, termasuk dari diri mereka sendiri.

Musicality wise, lagu ini diawali oleh ketukan lemah yang mengawang pasrah, namun secara bertahap mood dan vibe di lagu ini bergerak ke arah yang lebih optimis seiring bergulirnya potongan-potongan snippets vokal Manda yang kemudian di-arrange ulang menjadi salah satu layer instrumen tersendiri untuk melengkapi detail-detail micro editing dan efek glitch yang memikat di sela-sela beat yang danceable. Klimaksnya adalah di menit 2:20 di mana ketukan beat bernuansa future bass seakan menggedor cangkang yang mengurung dan membiarkan emosi kita berlari bebas sampai ke bagian outro lagu yang terdengar begitu liberating.

There’s a sense of bittersweet independency yang saya rasakan dalam keseluruhan track berdurasi 4:03 menit ini. Dibuka oleh kepasrahan dan ditutup oleh empowerment, single terbaru ini tak bisa dipungkiri memang memiliki ciri khas musikal yang selama ini memang diusung HMGNC, yaitu lagu electronic pop yang sama menyenangkannya untuk didengarkan secara intim dengan headphone sambil melamun maupun sambil berdansa kecil dengan aransemen berenergi yang really danceable, namun menyebut single ini sama sekali tidak berbeda dari single-single sebelumnya jelas adalah kesembronoan.

Di penghujung hari, “This Too Shall Pass” adalah sebuah kalimat yang akan selalu teruji kebenarannya baik di momen yang menyenangkan maupun menyebalkan. Dengan kesadaran itu pula, saya membiarkan avatar perempuan yang lahir di benak saya setiap mendengarkan lagu HMGNC untuk melayang bebas dalam liberasi yang didengungkan lagu ini, sampai akhirnya berjumpa kembali dalam single terbaru HMGNC berikutnya.

(Liner Notes by Alexander Kusuma Praja, Senior Editor Nylon Indonesia)